Muda & Derhaka (Kumpulan Artikel Dan Esei)
- Regular price
- RM 23.00
- Sale price
- RM 23.00
- Regular price
-
RM 0.00
Worldwide shipping
Secure payments
Authentic products
Share
Muda & Derhaka (Kumpulan Artikel Dan Esei)
Author: Rein Sd
Publisher: SIRD
ISBN: 9789672165330
Year: 2018
Weight: 0.260kg
Price: RM23
Mengapa kita perlu menerima segala keputusan yang berlegar dalam ruang sosial tanpa menggugat atau sekurang-kurangnya menyemak relevansinya? Adakah kita kekurangan karangan-karangan yang mencerahkan dan menguak minda masyarakat ataukah kita sudah menjadi lemah, layu dan longlai akibat dibelasah teruk oleh wacana hegemoni yang mendominan?
Naskhah ini tidak bertugas untuk menjawab persoalan-persoalan ini dengan kemas dan mapan, namun berperanan untuk membangkitkan pertanyaan-pertanyaan penting yang terpencil dan digelapkan. Mengungkit-ungkit permasalahan setempat dan memikir-ulang peranan orang muda dalam berhadapan dengan “tirani baru” yang boleh berbentuk wacana kekuasaan, agama dan budaya.
Ketidakberesan ini cuba digembar-gemburkan dan berharap agar masyarakat mula terlibat dalam misi pemberdayaan dan mencerahkan masyarakat.
Kritik sosial dan sanggahan-sanggahan yang tersedia dalam naskhah ini menuntut kritik balas dan gugatan yang lebih kemas. Ini fungsi wacana yang perlu dihidupkan semula. Dan, inilah peranan orang muda. Sekalipun masyarakat menghukumnya derhaka.
Author: Rein Sd
Publisher: SIRD
ISBN: 9789672165330
Year: 2018
Weight: 0.260kg
Price: RM23
Mengapa kita perlu menerima segala keputusan yang berlegar dalam ruang sosial tanpa menggugat atau sekurang-kurangnya menyemak relevansinya? Adakah kita kekurangan karangan-karangan yang mencerahkan dan menguak minda masyarakat ataukah kita sudah menjadi lemah, layu dan longlai akibat dibelasah teruk oleh wacana hegemoni yang mendominan?
Naskhah ini tidak bertugas untuk menjawab persoalan-persoalan ini dengan kemas dan mapan, namun berperanan untuk membangkitkan pertanyaan-pertanyaan penting yang terpencil dan digelapkan. Mengungkit-ungkit permasalahan setempat dan memikir-ulang peranan orang muda dalam berhadapan dengan “tirani baru” yang boleh berbentuk wacana kekuasaan, agama dan budaya.
Ketidakberesan ini cuba digembar-gemburkan dan berharap agar masyarakat mula terlibat dalam misi pemberdayaan dan mencerahkan masyarakat.
Kritik sosial dan sanggahan-sanggahan yang tersedia dalam naskhah ini menuntut kritik balas dan gugatan yang lebih kemas. Ini fungsi wacana yang perlu dihidupkan semula. Dan, inilah peranan orang muda. Sekalipun masyarakat menghukumnya derhaka.
×
×